Berita singkat
"Tumbuh di keluarga broken home Nahda trauma soal cinta"
Nahda yang merupakan teman semasa sekolah menengah atas sang penulis diketahui memiliki kehidupan percintaan yang kerap gagal, hilangnya rasa percaya terhadap pria akibat sejarah perceraian di dalam keluarganya menjadikannya sulit memberikan hatinya pada pria. Namun, dia tetap berharap suatu saat nanti akan ada seorang pria yang dapat mencintai nya dengan tulus.
"Sebagai perempuan yang besar dengan latar belakang broken home, menjadikan saya sulit mempercayai cinta"
"Ayah adalah orang yang sangat dekat dengan saya di banding ibu, beliau juga merupakan cinta pertama saya. Namun, beliau mematahkan hati saya pada akhirnya"
Kedua orang tuanya bercerai ketika dia masih duduk di bangku menengah pertama. Keduanya bercerai karena adanya orang ketiga. Dia mengaku sangat membenci wanita yang menjadi orang ketiga tersebut dan berharap wanita itu akan mendapat balasannya.
Nahda sempat berharap kedua orang tuanya dapat kembali bersama, akan tetapi, semakin dirinya tumbuh dewasa dia menyadari bahwa perpisahan adalah jalan terbaik bagi kedua orang tuanya. Nahda selalu mencintai ayahnya tak perduli seberapa besar beliau mengecewakannya dulu.
"Tak di pungkiri saya trauma pada kegagalan cinta orang tua saya, namun saya berharap akan ada pria yang dapat meyakinkan saya suatu saat nanti. Saya juga ingin mengatakan betapa saya mencintai kedua orang tua saya dan berharap mereka bahagia dengan jalannya masing-masing. Juga terima kasih pada mereka atas cinta dan kehidupan" tutupnya.
Komentar
Posting Komentar