Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Berita singkat

"Tumbuh di keluarga broken home Nahda trauma soal cinta" Nahda yang merupakan teman semasa sekolah menengah atas sang penulis diketahui memiliki kehidupan percintaan yang kerap gagal, hilangnya rasa percaya terhadap pria akibat sejarah perceraian di dalam keluarganya menjadikannya sulit memberikan hatinya pada pria. Namun, dia tetap berharap suatu saat nanti akan ada seorang pria yang dapat mencintai nya dengan tulus. "Sebagai perempuan yang besar dengan latar belakang broken home, menjadikan saya sulit mempercayai cinta" "Ayah adalah orang yang sangat dekat dengan saya di banding ibu, beliau juga merupakan cinta pertama saya. Namun, beliau mematahkan hati saya pada akhirnya" Kedua orang tuanya bercerai ketika dia masih duduk di bangku menengah pertama. Keduanya bercerai karena adanya orang ketiga. Dia mengaku sangat membenci wanita yang menjadi orang ketiga tersebut dan berharap wanita itu akan mendapat balasannya. Nahda sempat berharap kedua orang tuanya...

Dies Natalis fisip untad

Berbagi pengalaman saat dies natalis fisip Jadi teman-teman kali ini saya akan memceritakan sedikit pengalaman saat berada di kegiatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan ulang tahun fisip untad. So minggu kemarin fisip untad mengadakan event selama beberapa hari dengan tema "spirit in harmony" yang mana pada kegiatan tersebut ada banyak hal menarik nih contohnya terdapat lomba. Nah saya sendiri tepatnya pada hari rabu tanggal 17 mei kemarin datang ikut memeriahkan, kebetulan pada kegiatan hari itu diramaikan oleh berbagai stand-stand yang menjual mulai dari makanan, minuman, sampai aksesoris.tapi saking banyaknya yang di jual saya jadi bingung mau beli yang mana, sampai pada akhirnya saya hanya membeli minuman dingin nan segar yang sangat cocok untuk cuaca siang hari di kota palu. Tidak lupa menemani teman saya untuk membeli aksesoris gelang dan cincin yang lucu-lucu, selucu saya.

Review buku

Review buku  Judul buku : Filosofi Teras Penulis         : Henry Manampiring Penerbit.      : PT Kompas Media Nusantara Tahun terbit : 2019 Buku ini sekilas menceritakan tentang kehidupan penulis yang dipenuhi emosi negatif yang berlebihan. Yang mana Pada buku ini menyajikan tentang bagaimana cara hidup dalam ketenangan dan terbebas dari emosi negatif dengan menggunakan teori filsafat stoa  yang merupakan filsafat yunani romawi kuno. Kelebihan buku  Dalam buku "filosofi teras" setiap lembar berisi pembelajaran filsafat terkait emosi atau mental seseorang yang di rangkai dengan bahasa yang terkesan santai dan mudah dipahami karena digambarkan dengan analogi kehidupan real dikehidupan sehari-hari. Menariknya buku ini menggunakan ilustrasi agar pembaca tidak merasakan bosan. Dalam buku ini kita diberi pemahaman berbagai cara untuk mengatasi emosi negatif yang tumbuh dalam diri kita. Saya ingat sekali ada beberapa kutipan dalam buku ini...

PLANET KELABU

 PLANET KELABU Pernahkah kamu mendengar tentangnya ? Ini tentang planet kelabu ku, tentang duniaku dengan warna yang ku rangkai didalamnya. Kelabu, satu-satunya warna yang ku ciptakan di duniaku. Bukan...bukan karena aku menginginkannya, hanya saja ketidakmampuanku untuk membuatnya lebih berwarna dan tenggelam dalam kelabu ini. Seakan warna-warna itu dan planetku bagai teluk alaska. Terkadang aku bertanya-tanya, bagaimana planet orang-orang begitu berwarna bagaikan aurora di kutub bumi yang memancarkan cahaya begitu indah, tidakkah itu indah ?  Rasanya seperti terjebak dalam kelabu yang mengurung dan terpenjara didalamnya dan akhirnya tidak akan pernah bisa keluar. Bisakah kau menarik ku ? Membawaku bersama mu dan mulai membuat planet kita lalu menciptakan warna-warna indah seperti galaksi di antariksa yang memancarkan cahaya sehingga orang lain merasa iri ?